Laporan

RESIKO DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS SEMBILAN BELAS NOVEMBER KOLAKA MEGGUNAKAN INSTRUMEN RISK ASSESMENT SCORE

Abstrak
ABSTRAK

Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk pada kelompok usia dewasa muda. Perubahan gaya hidup selama masa perkuliahan berpotensi meningkatkan faktor risiko metabolik sehingga diperlukan skrining dini menggunakan instrumen yang sederhana, praktis, dan tervalidasi. Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC) merupakan salah satu instrumen skrining non-invasif yang digunakan untuk memprediksi risiko DMT2 dalam sepuluh tahun mendatang.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan menggambarkan risiko Diabetes Melitus Tipe 2 berdasarkan Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC) pada mahasiswa Program Studi Keperawatan Program Diploma Tiga Universitas Sembilanbelas November Kolaka.

Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 161 mahasiswa dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner FINDRISC dan pengukuran antropometri meliputi indeks massa tubuh (IMT) dan lingkar perut. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase.

Hasil: Mayoritas responden berusia 19–21 tahun (79,4%), berjenis kelamin perempuan (95,7%), dan berasal dari Semester II (39,1%). Sebagian besar memiliki IMT <25 kg/m² (65,2%), lingkar perut normal (78,9%), melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari (79,5%), mengonsumsi buah dan sayur setiap hari (74,5%), tidak memiliki riwayat penggunaan obat antihipertensi (98,1%), tidak memiliki riwayat kadar gula darah tinggi (95,7%), serta tidak memiliki riwayat keluarga Diabetes Melitus (80,7%). Berdasarkan skor FINDRISC, sebanyak 143 responden (88,8%) berada pada kategori risiko sangat rendah, 15 responden (9,3%) kategori risiko sedikit meningkat, dan 3 responden (1,9%) kategori risiko sedang. Tidak ditemukan responden dengan kategori risiko tinggi maupun sangat tinggi.

Kesimpulan: Mayoritas mahasiswa keperawatan memiliki risiko sangat rendah mengalami Diabetes Melitus Tipe 2 dalam sepuluh tahun mendatang berdasarkan FINDRISC. Namun, masih ditemukan faktor risiko yang dapat dimodifikasi, terutama kelebihan berat badan, obesitas sentral, rendahnya aktivitas fisik pada sebagian responden, serta riwayat keluarga Diabetes Melitus. FINDRISC berpotensi digunakan sebagai instrumen skrining dini di lingkungan perguruan tinggi untuk mendukung program promosi kesehatan dan pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 sejak usia dewasa muda.

Kata kunci: Diabetes Melitus Tipe 2; FINDRISC; faktor risiko; mahasiswa keperawatan; skrining.
Metadata
Unduh File
PDF Lengkap
Dilihat: 40 kali | Diunduh: 2 kali
Sitasi & Ekspor
Format Sitasi